~Smp 2 cirebon~
Silakan Klik Pendaftaran Untuk Menjadi Member Forum Ini...
>>
Jika,, Anda Belum punya Id Forumspenda Silakan Klik Pendaftaran
................
___________
Terima kasih_Telah Berkunjung Very Happy


Anda Dapat Sharing Masalah Anda Di Forum Ini
 
IndeksGalleryFAQPencarianAnggotaPendaftaranLoginVisit This Blog...!!!
Similar topics
Clock
Time.
Latest topics
» CHEAT POINT BLANK TER UPDATE
Thu May 31, 2012 12:54 am by dilangga

» KOMIK NARUTO
Wed Nov 03, 2010 2:05 pm by .Admin.

» Subhanallah..! Masjid Tak Tersentuh Tsunami Mentawai, 50 Orang Selamat
Tue Nov 02, 2010 3:18 pm by .Admin.

» Galerry Camping Smp2-2010
Mon Nov 01, 2010 5:09 pm by .Admin.

» Cara Membuka Pin sim hp, yg lupa.
Sun Oct 31, 2010 9:17 pm by .Admin.

» Membuat Windows XP Bajakan Menjadi Asli (Genuine)
Sun Oct 31, 2010 5:41 pm by .Admin.

» sms GRATIS MELALUI INTERNET..!!!!!!!!!!!!
Sun Oct 31, 2010 5:25 pm by .Admin.

» Key Smadav Pro 8.3
Sun Oct 31, 2010 5:04 pm by .Admin.

» Galerry SeputaR Gunung Merapi
Sun Oct 31, 2010 3:02 pm by .Admin.

Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 9 pada Wed Nov 17, 2010 10:33 am


Share | 
 

 Subhanallah..! Masjid Tak Tersentuh Tsunami Mentawai, 50 Orang Selamat

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
.Admin.
Admin
Admin


Jumlah posting : 11
PoinT : 2339
Join date : 11.08.10
Age : 20
Lokasi : CIREBON

PostSubyek: Subhanallah..! Masjid Tak Tersentuh Tsunami Mentawai, 50 Orang Selamat   Tue Nov 02, 2010 3:18 pm

Pagi itu, sekitar pukul 10.00 WIB, langit Sikakap tampak mendung. Di luar rumah tanah tampak lanyah. Pepohonan dan rerumputan masih basah setelah diguyur hujan deras sepanjang malam. Sebentar lagi, sepertinya hujan deras bakal turun. Ya, membasuh duka Bumi Sikerei.
Di luar rumah, bau mayat menyengat. Aroma tak sedap menebar ditiup angin. Memang, hingga Jumat (29/10), mayat masih bergelimpangan di pinggir jalan. Pikiran saya langsung terbayang ratusan warga Pagai Selatan yang bertahan di perbukitan, dalam kondisi hujan badai. Selain menahan lapar, dinginnya malam, mereka harus melawan penyakit yang kini menyerang.

Ternyata benar. Hujan deras mengguyur Sikakap. Tak hanya hujan, tapi juga badai. Di posko utama, para jurnalis dan relawan telah berkumpul. Seperti biasa, setiap pagi kami siap-siap menyisir desa terpencil yang belum terjamah bantuan. Pagi itu, tim relawan dan jurnalis hendak menuju Dusun Pasa Puat di Pagai Utara. Dusun itu, semua rumah hancur. Mujur, tidak ada korban jiwa.

Perjalanan menggunakan kapal kayu atau long boat. Kapal itu mampu memuat 12 orang dan sedikit logistik untuk pengungsi. Berapa menit berlayar, gelombang dua meter menghadang. Pelayaran pun dihentikan. Setelah menunggu sekitar satu jam, boat yang dinakhodai Dayat itu dilanjutkan selama dua jam pelayaran. Sepanjang perjalanan, boat nyaris karam karena dipenuhi air. Kami sampai di tujuan sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari pantai, Dusun Pasa Puat sunyi senyap. Sedikit pun tidak terlihat tanda-tanda seperti sebuah kampung. Permukiman penduduk rata dengan tanah. Tak satu pun rumah warga yang berdiri. Semua tiarap. Hanya ada satu bangunan berdiri kokoh menghadap pantai. Ya, sebuah masjid. Garin masjid itu juga selamat. Zulfikar namanya.

Hari beranjak senja. Hujan belum juga reda. Zulfikar tampak bersiap menunaikan Shalat Maghrib. Dalam obrolannya, pria berusia 40 tahun itu mengaku telah tingal di dusun itu sejak kecil. Sama dengan usia masjid itu yang berdiri sekitar tahun 1960 silam. “Ini masjid tertua di dusun kami. Bentuk masjid itu sudah tidak asli lagi, karena terus diperbaiki,” ujar Zulfikar.

Zulfikar menceritakan, masjid ini sama sekali tidak tersentuh tsunami pada malam itu. Padahal, lokasinya tidak jauh dari pantai. Sedangkan rumah-rumah warga di sekitar masjid, rata dengan tanah. Masjid inilah yang menjadi tempat perlindungan masyarakat saat gelombang besar datang.

Seperti mukjizat, air laut hanya sampai di teras masjid. Di luar masjid, Zulfikar melihat dengan mata kepala sendiri gelombang tsunami mencapai delapan meter. “Kami dalam masjid ada sekitar 50 orang, sedangkan warga yang lain telah menyelamatkan diri ke perbukitan yang berjarak satu kilometer dari masjid. Melihat masjid tidak kena sama sekali, kami merasa heran. Setelah itu kami sadar ini adalah kehendak Tuhan,” jelas pria berjenggot itu.

Zulfikar dan 50 warga lainnya tidak henti-henti mengucap kebesaran Allah. Di luar masjid, tsunami terus menerjang sebanyak tiga gelombang. Tiada yang menduga, tsunami menghindar dari masjid. “Sepertinya, di masjid air terbelah, sehingga lantai masjid pun tidak basah sama sekali,” kenangnya. (LieM/jpo)

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://http//:unik17.tk
 
Subhanallah..! Masjid Tak Tersentuh Tsunami Mentawai, 50 Orang Selamat
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Gimana caranya jdi orang yg serius??
» orang yang ga suka sama kita sampe ngerusak ninin kita gimana?
» "HITAM mahooooo..." dari ORANG MAHO..mohon caci makinya untuk si buruk rupa
» Si Ijo trip to Bandoeng
» Merah MAHO dari ORANG GEMBEL.. "GAK punya DUITTTTTTTT" tapi mo "KEREN" jadi gini de.... CAPE DEHHHHHHHH

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
~Smp 2 cirebon~ :: Daftar Isi (Index) :: Berita Terbaru-
Navigasi: